Warga Desa Pamotan Munculkan Batik Tulis

batik-pamotan

PAMOTAN –www.wartarembang.com,  Ibu Naira Warga Desa Pamotan Mulai Geluti usaha batik tulis,  batik tulis lasem yang terkenal punya khas batik warna merah darah dan sekar jagad dapat di kembangkan di pamotan, sementara kota lasem mempunyai peninggalan sejarahnya terkanal dengan tiongkok kecil ini mempunyai banyak kebudayakan dan sejarah yang unik. Batik lasem sendiri pernah jaya pada zamannya yaitu pernah memasuki pasar pedagangan dunia dengan penjualan ke beberapa negara seperti belanda dan cina. Batik lasem memang pernah hampir punah tetapi saat ini pemerintah daerah telah mengembangkitkan kembali batik lasem sehingga banyak para pengrajin yang menekuni usaha batik tulis lasem ini. Salah satunya adalah ibu dengan nama Panggilan Naira ini telah menjalankan usaha batik tulis sejak tahun 2011 dengan sistem penjualan dengan cara online ibu naira mampu memasarkan batik tulis hingga 200 lembar per bulan.

Sememtara Pamotan adalah sebuah daerah yang asri dengan sumber air yang melimpah sehingga pamotan banyak hamparan persawahan hijau yang bearada di barat desa pamotan sehingga pada zamah kerajaan lasem pamotan di juluki dengan lumbung padi atau pusat pertanian.

Batik Tulis yang di hasilkan oleh ibu naira ini sangat diminati oleh para pelanggan seperti pelanggan dari Jakarta, Bekasi, Bandung, dan daerah lainnya diluar pulau Jawa seperi Pontianak dan medan bahkan beberapa kali pernah di kunjungi oleh kolektor batik dari luar negeri seperti Korea, India dan Taiwan. Selain melakukan penjualan dengan cara online bu Naira juga membuka show room batik tulis kecil kecilan di Kp.Palan Pamotan RT 04/01 desa Pamotan Kec Pamotan Kab Rembang. terus terang saja saya tidah punya bakat dan tidak punya pengalaman untuk membuat batik tetapi saya yakin saya dapat mengembangkan uaha batik (tutur ibu satu anak itu).

Beberapa Bulan yang lalu bu naira juga mengadakan pelatihan batik tulis untuk warga sekitar yang ingin belajar membatik yaitu dengan mendatangkan tutor atau pelatih langsung dari pekalongan. ” saya memperbolehkan siapa saja yang ingin belajar membatik baik dari orang tua atau anak anak saya persilahkan dan sudah saya sediakan malam dan canting untuk pelattihan ” tutur ibu muda yang bru beranak satu tersebut. Selain itu bagi warga pamotan dan sekitarnya yang ingin belajar membatik dapat mengajukan program pelatihan ke PNPM-PD untuk membiayai pelatihan batik tulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.