Topi Lontar Rembang

Kreatifitas warga yang perlu dikembangkan di Rembang, khususnya wilayah kecamatan Sulang kabupaten Rembang yang menjadi basis dari tanaman lontar. Ada beberapa desa yang menjadi pusat tanaman lontar, yaitu Tanjung, Jatimudo, Karangharjo, Kunir, Landoh, Glebek, Bogarame, Pranti, Pragu, Seren, Pedak, Karangsari dan Kebonagung.

Daun lontar biasa juga digunakan sebagai wadah jajanan yang dikenal dengan nama Dumbek. Selain untuk jajanan dia memanfaatkan untuk menghasilkan sebuah karya produk topi.

Topi lontar ini terlihat unik dan nyentrik. Meski terbuat dari daun lontar desain topi bisa sesuai pesanan. Selama ini memang belum dipasarkan secara bebas. Hanya sebatas melayani pesanan saja. Karena dari hasil produk yang dibuat ini,kalau belum ada kepastian pasarnya, para pengharin belum berani bertindak banyak sebagai kegiatan yang bernilai ekonomis vital.

Dalam proses untuk mendapatkan satu topi, butuh jangka waktu pembuatan tiga hari. Dengan tahap satu hari untuk pengeringan daun ( jangan terlalu kering) agar bisa dirajut. Kemudian dua hari untuk proses perajutan agar menjadi sebuah produk.

Harga topi yang dihasilkan, berkisar 50-70 ribu sesuai dengan bentuk model dan kerumitan dalam pembuatannya.

Semua proses dalam pembuatan, sebenarnya sangat mudah dan sederhana. Cuma tinggal ada tekad, kesabaran dan ketelitian saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *