SMA Kartini, Unggul Dalam Program Keputrian

wartarembang.com – Satu-satunya SMA di Jawa Tengah yang masih mempertahankan program-program keputrian adalah SMA Kartini Rembang. SMA swasta ini memiliki akar sosial budaya yang kuat dalam menjalankan program keputrian. Salah satu tokoh panutan yang menjadi cerminan dalam pendidikan di sekolah ini Pahlawan Nasional Raden Ayu Kartini. Implementasi program keputrian yang masih dilangsungkan adalah kegiatan membatik, menjahit, memasak, dan seni tari.

“Selain program akademik, kita juga masih fokus dengan program non akademik berbasis keputrian yang memiliki landasan kearifan lokal yang kuat. Selain tetap mengasah keterampilan membatik, menjahit, perhotelan, seni tari. Sekolah kami tetap mengikuti lomba-lomba baik non akademik maupun akademik, karena pengalaman para siswa harus diperkaya untuk menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Tahun pelajaran ini kita mulai lebih menekankan juga dibidang akademik- kegiatan ekstra mapel OSK (Olimpiade Sains Kabupaten) untuk membekali mereka mengikuti lomba-lomba tingkat kabupaten dan mempersiapkan mental anak-anak menghadapi UN.” tegas Ida Khoiriyah, selaku Kepala SMA Kartini.

Kegiatan membatik di SMA swasta Rembang ini dititik beratkan pada desainnya. Para siswa dengan terbuka menuangkan ide-ide baru di lembaran kain. Tidak hanya motif latohan, aseman, sekar jagat namun kekhasan pesan keputrian kerap ditampilkan dalam lembar batiknya, dengan menampilkan motif bunga.

“Mereka mendesain sesuai ide dan kreatifnya dengan ciri khas motif bunga melati, namun tidak meninggalkan batik tulis Lasem”, tandas Ida Khoiriyah.

Hanya saja dalam mengembangkan program keputrian membatik ini masih terkendala dalam proses pewarnaan. SMA Kartini belum memiliki tempat pewarnaan sendiri dikarenakan belum memiliki pembuangan limbah pewarnaan batik.

“Kita tidak punya tempat, kita nebeng,“ kelakar Kepala SMA Kartini.

Ruang nyanting SMA Kartini untuk membuat produk batik tulis kartini (doc. SMA Kartini, 2018)

“Latar belakangnya, kita masih mengandalkan program keputrian. RA Kartini itu kan seneng dengan kegiatan itu. Bahkan alat jahitnya yang di museum masih ada dan menjadi bukti nyata,” tegas Ida ketika menjelaskan latar belakang munculnya program kreatifitas unggulan menjahit.

Saat ini SMA Kartini memiliki 20 mesin jahit. Kegiatan menjahit tidak hanya dilakukan oleh siswa perempuan. “Ini juga dilakukan siswa laki-laki, kelas dua belas diwajibkan mengikuti extra ini. Siapa tahu mereka dirumah bisa mengembangkan keterampilan ini. Yang jelas keterampilan menjahit tidak boleh ditinggalkan oleh anak-anak,” seloroh Kepala Sekolah.

Kekhasan dari praktik keterampilan menjahit di SMA Kartini adalah membekali teknik-teknik menjahit tematik keputrian. Tidak semua kain dapat dijahit di SMA Kartini. Hanya kain bahan batik tulis yang diperbolehkan di jahit, karena kita memiliki target. “Masih fashion keputrian. Yang jelas semester satu setiap anak bisa membuat satu kemeja,” tegas Ida Khoiriyah.

Motif Batik yang menang dalam Lomba Design Batik Seragam Siswa (doc. SMA Kartini, 2018)

“Itu bahan kain dari anak-anak sendiri. Hasil jahitannya akan ditindak lanjuti oleh anak-anak ekstra membatik untuk di desain sesuai pola yang terbaik dlm lomba desain batik untuk seragam siswa. Siapa yang menang, maka polanya akan dijadikan seragam sekolah,” tambah Kepala Sekolah SMA di jalan Jenderal Gatot Subroto No.2, Kutoharjo, Kec. Rembang ini.

Keterampilan keputrian menjahit (doc. SMA Kartini, 2018)

Harapan sekolah, ekstra keterampilan menjahit ini dapat bermanfaat untuk para siswa pasca lulus. Dengan rata-rata latar belakang ekonomi peserta didik dari keluarga kurang mampu, pihak sekolah tetap memberi layanan lengkap agar bisa dijadikan bekal untuk terjun di masyarakat nantinya. Pendampingan untuk anak yang melanjutkan kuliahpun tetap diperhatikan.

“Tiga tahunan ini nge-link dengan perusahaan garmen di Semarang. Mereka akan di rekrut disana. Ini untuk memfasilitasi bagi mereka yang tdk melanjutkan kuliah agar mereka tidak nganggur. Dan kemarin juga dapat tawaran dari UMKM Center Rembang, khususnya dalam permodalan dan jaringan pemasaran,” semangat Kepala Sekolah.

Praktik Kerja Lapangan siswa SMA Kartini di Fave Hotel (doc. SMA Kartini, 2018)

Sejak paruh tahun 2012 SMA Kartini telah membuka program keterampilan perhotelan. Program ini dilatar-belakangi maraknya hotel di Rembang bermunculan. Keadaan ini kemudian direspon SMA berbasis keputrian ini, karena di Rembang tidak ada lembaga pendidikan yang mempersiapkan sumber daya manusia yang mengarah ke perhotelan.

“Masuk sub mata pelajaran keterampilan dan masuk program ekstrakurikuler. Seandainya anak-anak nantinya berminat untuk terjun didunia perhotelan, ada bekal untuk bekerja, entah menjadi resepsionist, office boy, juru masak, mereka tahu apa yang dilakukan,” cerita Ida Khoiriyah.

Suasana PKL di salah satu hotel di Kabupaten Rembang (doc. SMA Kartini, 2018)

Program keterampilan perhotelan SMA Kartini dikuatkan dengan program PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Hotel, selain pelajaran. Program PKL di hotel dilakukan setelah Ujian Nasional. Durasi waktu PKL paling cepat satu bulan dan paling lama dua bulan. Tutur Ida Khoiriyah, biasaya banyak yang direkrut pihak hotel seperti Fave Hotel. Saat ini telah menjalin kerjasama dengan Fave Hotel Rembang. Kerap kali dilibatkan pihak hotel ketika ada acara besar. Sedikitnya lima puluh siswa yang tahu tata cara dan sopan santun dalam penyajian ala hotel, diminta pihak hotel untuk membantu perhelatan mereka.

Sesi pentas seni tari tradisi pada Lomba Tari Gambyong (doc. SMA Kartini, 2018)

Program unggulan keputrian yang terakhir adalah membekali para peserta didik memiliki keterampilan seni menari. Program keputrian yang satu ini bertujuan nguri-nguri budaya. “Saya kira tidak boleh anak-anak kita dikuasai oleh Tik-Tok dan dance modern saja. Kami tetap menjaga anak-anak memiliki seni tradisional. Tari-tari tradisional hampir tidak mereka kenal. Program kami anak-anak harus menguasai satu tari tradisional dan satu tari kreasi. Tahun lalu extra seni tari kami membuat tari kreasi bertajuk “Ngangsu” yg mendapatkan juara 3 dlm FlS2N tingkat Kabupaten. Dan tahun ini kita segera melounching tari kreasi yang bertajuk tari “Kawista”,” pungkas Ida Khoiriyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *