Siswa SMA Pamotan Melakukan Penelitian Replika Kapal

“Selain sejarah yang begitu luar biasa, warga setempat juga mempunyai potensi untuk menumbuhkan kreatifitas diri mereka”
Selasa, 23 Januari 2018 SMA N 1 Pamotan mengadakan penelitian awal di Desa Dasun Lasem tentang replika kapal. Penelitian tersebut melibatkan tiga seorang siswa (Gilang Ramadhan, Moh Ainun Niam, dan Maliya Anas) dan didampingi oleh seorang guru pembimbing. Untuk mendapatkan informasi para siswa bekerja sama dengan perangkat desa yang sekaligus menjadi narasumber. Ialah bapak Kades (Sujarwo) dan Sekdes desa Dasun Lasem (Exsan Ali Setyonugroho). Kemudian untuk informasi lebih dalam para siswa/peneliti disarankan untuk mengorek informasi kepada warga yang menjadi narasumber pula yaitu mas Tri Murti. Penelitian diadakan di kantor desa Dasun dan di rumah warga setempat.

Informasi yang didapat dari ketiga narasumber awal mengenai sejarah pembuatan kapal dan replika kapal Dasun. Yang mana Dasun pada masa jayanya pernah menjadi pusat pembuatan kapal dagang semenjak zaman Belanda sampai pada zaman kekuasaan Jepang. Ratusan kapal dibuat pada masa itu. Pusat perekonomian disektor laut mendominasi, ini dibuktikan dengan nelayan yang datang dari berbagai daerah di karesidenan. Pengaruh Dasun sebagai pusat pembuatan kapal ialah mudahnya bahan baku kayu yang masih melimpah di daerah Rembang dan Blora. Tetapi semua kejayaan pabrik kapal di Dasun mulai turun pada saat kemerdekaan. Karena sempat dikuasai oleh Jepang jadi apapun yang menjadi peninggalan Jepang pada masa itu dimusnahkan, termasuk pabrik kapal di Depan Dasun Lasem.

Penulis, Retno Dewi Ariska

Pembahasan kedua mengenai replika kapal yang dibuat oleh warga setempat. Masyarakat Dasun mempunyai banyak kretifitas. Buktinya beberapa warga ada yang secara hobi membuat replika kapal dari bambu, karet dan gabus emas. Menurut narasumber mas Tri Murti yang merupakan pembuat replika di Dasun menjelaskan bahwa membuat replika kapal merupakan kesenangan diri. Karya replika kapal yang dibuat bahkan sudah berhasil dijual kepada masyarakat. Karena bermula dari hobi ia hanya membuat ketika ada yang memesan. Menurutnya pembuatan satu kapal replika bisa memakan waktu 3 hari dengan ukuran kapal 50-60 cm yang dipatok harga sekitar Rp.250.000-Rp.300.000. Sampai saat ini pembuatan replika hanya dibuat pada saat ada yang memesan dan belum ada tindak lanjut pemasaran secara terbuka.

Dari penelitian awal tentang Replika Kapal ini, Tim Peneliti dari SMA Pamotan mendapatkan  peta penelitian tentang berbagai potensi sosial dan ekologis bahwa Dasun memiliki kesempatan untuk menjadi desa wisata sentra pembuatan replika kapal. (Retno Dewi Ariska)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *