Sentra Kerajinan Bambu

Dadapan merupakan desa di kecamatan Sedan, kabupaten Rembang yang menjadi sentra kerajinan bambu dan lidi. Desa dadapan terdiri dari lima buah dukuhan besar yaitu Dadapan (sebagai pusat pemerintahannya / kerajan), Macan Ireng, Siwalan Sukun, Ngemplak dan Sanggrahan. Desa ini terletak di kaki Gunung Argopuro dan merupakan salah satu perlintasan dalam pendakian. Mayoritas mata pencaharian masyarakat Dadapan adalah sebagai Petani dengan pekerjaan sampingannya sebagai pembuatan kerajinan dari bambu atau preng.

Bermacam khas kerajian bambu yang dapat dihasilkan dari desa ini. Di antaranya adalah tamber, tampah, ikrak, caping, kalo, wakul, kukusan, dunak, rinjing dan lain-lain.

Salah satu dari sekian banyak Pengrajin yang ada di Dukuh Siwalan Sukun desa Dadapan yaitu Warsilah. Dalam satu hari Warsilah sendiri mengaku dapat menghasilkan minimal sepuluh tamber. Tamber merupakan wadah bulat besar yang biasa digunakan untuk menjemur ikan, sisa nasi serta bisa dimanfaatkan dalam berbagai acara seperti kirab budaya, pernikahan, dan hajatan besar lainnya.
Bahan bambu dalam pembuatan Tamber terdiri dari bambu/preng apus dan preng ori. Masing-masing preng mempunyai mafaat tersendiri. Preng ori dimanfaatkan untuk pinggiran yang melingkar besar sebagai patek atau penguat tamber, sedangkan preng apus difungsikan untuk anyaman bagian tengah sebagai landasan.
Dalam pembuatan kerajinan bambu ini, Warsilah mendapat ilmu secara turun temurun dari orang tuanya dan mengaku tanpa menemui kendala dalam proses pembuatan. Hasil dari kerajinannya sudah ada Pembeli atau Bakul yang mengambil tiap minggu sekali. Sehingga mayoritas Pengrajin bambu di Siwalan Sukun (SS) merasa terbantu karena tidak perlu turun gunung.
Bambu sebagai bahan utama kerajinan saat ini jumlahnya sudah banyak berkurang, meskipun masih ada. Sehingga harapan Pengrajin agar Pemerintah Desa khususnya dan Pemerintah Daerah Rembang dapat melakukan penanam bambu kembali. Satu sisi bahan dasar kerajian  tetap terjaga dan tidak musnah, sisi lain untuk menjaga debit air dan menanggulani tanah longsor, karena kondisi geografis Siwalan sukun yang berbukit. Hal lain terkait pemasaran produk dan pelatihan peningkatan kwalitas serta inovasi produk juga penting. Ungkap Warsilah kepada Kades Zubeir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.