Ratusan Warga Ramaikan Khaul Mbah Dimyati di Nganguk Gandrirojo

Sedan, wartarembang.com – Ratusan warga desa Gandrirojo kecamatan Sedan kabupaten Rembang mengikuti rangkaian acara haul KH Dimyathi dan KH Maksum, di pemakaman dukuh Nganguk desa Gandrirojo, pada Senin (10/8) sore.

Muntaha Masyhuri selaku ketua panitia menuturkan, acara haul mbah Dimyathi dan mbah Maksum ini memang sudah menjadi rutinitas warga di kecamatan Sedan utara. “Ini sebagai upaya untuk mengenang jasa dan perjuangan mbah Dimyathi dan mbah Maksum semasa hidupnya”, tutur Muntaha kepadarembangbangkit.com

KH Sahlan M Nur yang mewakili alumni santri menuturkan, mbah Dimyathi berjasa besar disekitar Gandrirojo. Mbah Dimyathi sangat bagus sekali dalam menyampaikan pidato, sehingga yang mendengarkan akan mengangguk-ngangguk.

KH Dimyathi pada masanya memiliki ribuan santri, baik dari daerah Rembang, Blora dan Pati. Beliau juga pernah belajar di Makkah dan sering dikunjungi KH Hasyim Ashari(pendiri NU, red.)

Lebih lanjut, KH Sahlan M Nur menuturkan, mbah Dimyathi memiliki banyak santri yang jadi penerus perjuangan beliau. Kebanyakan santri beliau banyak yang sukses dan memiliki pondok pesantren. Baik yang ada di kabupaten Rembang, maupun Blora dan Pati. “Pada zaman dahulu, mbah Hasyim Asyari sering main di rumah beliau”, tutur kiai Sahlan.

“Peninggalan beliau yang masih berdiri  kokoh sampai saat ini yaitu masjid yang ada di desa Gandrirojo”, tutup KH Sahlan M Nur yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Rembang itu.

Dalam mauidhohnya, KH Muslihul Hadi Khoiron menyampaikan tentang Islam nusantara. “Islam nusantara untuk menuju Islam indonesia dan dunia. Islam nusantara sebagaimana Islam yang diajarkan walisongo, yaitu tahlilan, manaqiban, dan al barzanji. Walisongo itu sudah mendamaikan, mendamaikan segala adat istiadat, agama, suku, dan bangsa yang ada di Indonesia, itulah Islam nusantara”.

“Lanjutkan tahlilan, manaqiban, alberzanji, semua itu adalah ibadah. Mengunjungi makam juga termasuk ibadah”, tutup Kiai dari Kota Pati tersebut.

Turut hadlir dalam acara tersbut, muspika kecamatan Sedan, serta para sesepuh kecamatan Sedan. Dan acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Habib Hasyim bin Ahmad dari Sedan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.