Proses Pelorodan dalam Produksi Batik Tulis Lasem

Wartarembang.com- Bicara tentang proses pembuatan batik tulis, tentu tidak lepas dari proses pelorodan. Tidak semua proses pembuatan batik di Indonesia menggunakan teknik pelorodan yang sama. Sebagai contoh yakni Batik Tulis Lasem khas pamotan dibuat dari rumah produksi Rumah Batik Tulis milik Ahmad Harnoto.

Tungku Ramah Lingkungan

Proses produksi batik di Rumah Batik Tulis ini masih sangat kental dengan ciri khas pembuatan batik jaman dulu. Proses pelorodan pada batik khas pamotan ini masih menggunakan tungku sederhana ramah lingkungan yang terbuat dari susunan batu bata menyerupai sebuah pondasi, namun menggunakan tanah liat. Dengan menggunakan bahan bakar utama berupa kayu. Tungku ramah lingkungan ini dilengkapi dengan kayu berpalang difungsikan untuk menisriskan kain batik yang sudah selesai dilorod.

Tungku Pelorodan Batik Tulis ramah lingkungan, dok. Penulis, 2018

Proses Pelorodan

Dalam proses pelorodan, bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan kekuatan, tahan dengan panasnya air mendidih dan asap. Proses pelorodan tidak hanya dilakukan 1 kali. Untuk 1 kain bisa dilakukan berulang kali, sampai malam yang menempel pada kain hilang. Proses pelorodan terdiri 3 tahap, pertama untuk pelorodan malam pertama kali dengan menggunakan air mendidih, kedua dicelupkan ke air pendingin dengan tujuan untuk menurunkan suhu kain, dan ketiga kemudian masuk ke tahap yang terakhir dengan mencelupkan kembali kain ke dalam air mendidih dengan posisi terbalik dari posisi awal.

Setelah malam sudah dirasa hilang, lalu kain dimasukkan ke dalam air pendingin ke dua di tempat yang berukuran lebih besar dari tempat pendingin pertama untuk menurunkan kembali suhu kain dan dengan dicelup-celupkan agar lebih bersih sebelum nantinya kain dijemur. Dalam proses penjemuran, membutuhkan sinar matahari. Apabila cuaca mendung, maka peoses penjemuran membutuhkan waktu lebih lama, begitu sebaliknya.

Limbah cairan hasil pelorodan, dok. Penulis,2018

Daur Ulang Malam

Pada sebuah tungku yang telah digunakan untuk melorod, tentu terdapat limbah malam dan air hasil pelorodan. Karena massa jenis malam lebih kecil dari massa jenis air, maka malam akan mengapung di atas air. Setelah malam yang mengapung terkumpul, kemudian akan diambil untuk nantinya akan didaur ulang kembali menjadi malam yang bisa digunakan untuk membatik.

Penulis:

  • Nugrahaeni Kresna Murti, siswi kelas XI di SMAN 1 Pamotan yang mempunyai hobi menulis. Ia beralamatkan di Sridadi RT 03 RW 13 Pamotan.
  • Arnetta Susma Widiyanti, siswi kelas XI di SMA N 1 Pamotan yang hobinya rumus-rumus statistik. Ia bertemoat tinggal di Kanoman RT 02 RT 06 Pamotan.
  • Selfia Nur Khoidah, siswi yang kini duduk di kelas XI ini, bersekolah di SMA N 1 Pamotan, mempunyai hobi membaca dan bertempat tinggal di Samaran RT 04 RW 02 Pamotan.
Kecantikan Batik Tulis Lasem yang diproduksi oleh Rumah Batik Tulis milik Ahma Harnoto, dok.penulis,2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *