Praktik Baik Kelola Dana Desa – Sugeng Yulianto IRE Yogya

Sugeng Yulianto, Deputy Pengembangan SDM dan Kelembagaan IRE Yogyakarta. Lahirnya UU No 6 tahun 2014 telah memberikan kesempatan bagi desa dalam mendayagunakan asset dan potensi yang ada. Tidak hanya itu, desa juga dibekali modal atau materi yang digunakan sebagai “sangu” dalam membangun desa. UU Desa memungkinkan desa membangun aspek ekonomi dan social desa. Selain uang, desa juga dibekali dengan ruang untuk evaluasi terhadap praktik pembangunan yang sudah dijalankan. Meskipun dalam pelaksanaannya, belum sepenuhnya spirit UU Desa dapat dijalankan.

Yuli menjelaskan, dengan adanya UU Desa, desa diberikan kesempatan untuk memikirkan nasib desa ke depannya. Tidak dapat dipungkiri, proses tersebut bukanlah hal yang mudal. Akan tetapi, melalui pendampingan yag dilakukan, pemerintah desa dapat menemu kenali aset dan potensi yang ada. Warga desa diberikan kesempatan untuk mendiskusikan program apa yang akan dijalankan dengan dana desa yang ada. Kemanfaatan yang ada tidak hanya dirasakan oleh pihak yang terlibat langsung dalam membangun desa, tetapi pihak yang kurang beruntung pun dapat merasakan kemanfaatan tersebut.

Ke depan dengan adanya dana desa, desa tidak lagi tergantung pada pusat. Desa sudah diberikan hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Oleh karena itu, kekhawatiran yang ada perlu untuk dikesampingkan dan bahkan dihilangkan. Terlepas dari berbagai keberagaman regulasi yang ada, warga desa harus tetap optimis dalam menyongsong masa depan desa. Sama seperti dewasa ini misalnya, kabupaten terlalu banyak mendikte desa dalam menjalankan kegiatannya. Sejalan dengan itu, muncul problem terkait ketidakjelasan perbup kewenangan desa. Hal tersebut semakin diperparah dengan rendahnya pengetahuan atau kapasitas yang ada di desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *