Praktik Baik Kelola Dana Desa – Arie Sujito Pengasuh Sanggar Maos Tradisi

 

Arie Sujito, Pengasuh Sanggar Maos Tradisi, menjelaskan bahwa kewenangan yang dimiliki desa harus ditopang dengan partisipasi masyarakat. Dana desa mengajarkan kita tentang banyak hal. Selama beberapa tahun, desa mengalami proses peminggiran. “Dengan lahirnya dana desa, desa seolah mendapat suntikan vitamin dalam membangun desa. Memperjuangkan kewenangan bagi desa lebih sulit ketimbang mengalokasian dana desa,” ungkap Arie. Arie menambahkan, pemuda sebagai aktor dalam desa juga mampu membangun desa. Apabila mengikuti pernyataannya Pak Jokowi, dengan dana desa diharapkan perekonomian desa mampu berputar.  Sebenarnya masalah yang dihadapi oleh satu desa dengan desa lain sama, tetap kita enggan untuk berdiskusi dan ngobrol bersama.

Arie, menjelaskan, sangat wajar apabila desa mengalami kebingungan dalam memahami barang baru yang bernama dana desa. Yang perlu dikukan ialah menghadirkan pendamping desa menjadi jawaban akan kebingungan yang dihadapi oleh desa. Ada banyak hal yang bisa kutip dari UU Desa. “Pelajaran yang saya petik dari UU tentang Desa adalah bagaimana membuat orang desa nyaman tinggal di desa. Perangkat desa kadang sibuk dengan urusan administratif sehingga mereka bingung dalam menjalankan mana yang harus diutamakan. Pemerintah pusat perlu menyusun juklak pelaksanaan PKT sehingga desa tidak kebingungan dalam memahami PKT,”tambah Arie.

Menurut Arie, yang perlu diperbaiki ialah peraturan turunan terkait pelaksanaan UU tentang Desa. Saat ini desa bisa menyelesaikan masalah dengan berkolaborasi dengan desa lain. Seperti misalnya dalam mengelola sampah. Arie menambahkan, apabila warga desa membutuhkan sarana fisik, maka arahkan pembangunan ke arah pembangunan fisik, akan tetapi bila fisik sudah selesai, maka   pembangunan diarahkan ke aspek non fisik.

“Simpelnya UU Desa hadir untuk membuat generasi muda betah dan nyaman tinggal di desa. bagaimana kemudian rakyat sibuk? Hidupkan BUMDes dan kegiatan-kegiatan yang memberikan kemanfaatan bagi warga desa. Maju mundurnya desa ada di partisipasi warga desa,” jelas Arie.
Menurut Arie, formulasi kebijakan yang kurang transparan membuat kita sering terjebak pada urusan-urusan teknis administratif. Bagaimana caranya? Pemerintah desa harus saling bersinergi dan bekerja sama.

Arie menjelaskan, penerapan pemanfaatan dana menjadi sebuah keputusan politk. Pengelolaan dana desa jangan sampai hanya terjebak pada urusan adminsitatif. Rakyat perlu dibuat untuk memiliki setiap hal yang ada di desa. Yang kita butuhkan saat ini adalah mulai mengorganisir masyarakat seperti karang taruna, perkumpulan RT atau RW.  Yang penting ialah harus ada komitmen politik untuk membangun desa. Semuaya tidak sulit selama kita memiliki komitmen bersama untuk bergerak maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.