Pewarnaan untuk Selembar Batik

Wartarembang.com-Seperti yang kita ketahui dalam industri batik tentunya tidak lepas dari yang namanya pewarnaan. Berdasar bahannya, pewarna batik pada umumnya ada dua jenis yaitu alami dan buatan .

Jenis-jenis pewarna buatan banyak sekali seperti napthol, indogosol, rapid dan masih banyak lagi. Pewarnaan merupakan proses yang sangat menentukan dalam sebuah industri batik. Seperti dalam industri batik rumahan Harnoto di dukuh Palan desa Pamotan, industrinya menggunakan jenis warna napthol dan indigosol.Harnoto memilih warna ini karena memiliki banyak alasan seperti naphtol. Naphtol itu bisa digunakan jika dicampur dengan garam. Naphtol ini digunakan untuk proses pertama kali dalam pewarnaan. Adapun langkah-langkahnya, kain batik dicelupkan ke air kemudian ditiriskan lalu dicelupkan ke naphtol untuk membangkitkan warna. Disinilah naphtol sangat tergantung dengan garam dalam prosesnya. Penggunaan napthol memiliki kekurangan yaitu tidak dapat dimanfaatkan lagi (digunakan) karena telah bercampur dengan garam yang melarutkannya. Adapun yang kedua ialah jenis pewarna indigosol. Pemakaian pewarna indigosol dengan cara mengangin-anginkannya di bawah sinar matahari. Tepatnya jam sepuluh adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu panas dan dingin atau dapat dikatakan cerah. Pada pewarna indigosol, zat yang digunakan untuk melarutkannya adalah HCL dan HNO2. Pewarna ini mempunyai kelebihan yaitu dapat dipakai untuk mewarnai kembali yaitu dengan cara ditampung. Setelah itu, apabila ingin digunakan lagi, dapat di timbang .dalam penimbangan ini belum pasti,karena dapat tambah atau kurang dari ukuran biasa.

Adapun pewarna alami adalah pewarna yang berasal dari ektrak alam seperti dari ektrak manggis menghasilkan warna ungu, serabut kelapa menghasilkan warna coklat kehitaman, daun sawo dan mahoni menghasilkan warna coklat, daun tom (indigo) menghasilkan warna biru, kulit rambutan,dan kulit buah naga menghasilkan warna merah, pace atau mengkudu yang menghasilkan warna kuning,kudung menghasilkan warna merah, dan masih banyak lagi.Bahkan zaman dahulu pewarnan kain batik bisa menggunakan darah ayam.Dalam pewarna alami ini, tetap diperlukan bahan yang digunakan untuk membangkitkan warnanya. Beberapa perajin batik menggunakan seng dan gamping untuk mengunci perwarna alami ini. Cara mengambil ektraknya dengan cara direbus, dihaluskan, di rendam satu malam, lalu diambil airnya. Proses pewarnaan batik yang menggunakan pewarna alami memiliki sedikit perbedaan dengan pewarna buatan. Pencelupan dilakukan beberapa kali adalah ciri khas dalam menggunakan pewarna alami.

Harnoto melakukan pemasaran dengan media online selain itui dia juga melakukan promosi dari kantor kekantor di Jakarta,yang dilakukan secara rutin dua minggu setiap satu sampai dua bulan sekali.Dari pengalaman Harnoto,teryata batik dengan menggunakan warna buatan lebih digemari orang luar negeri.Tetapi dalam industri Harnoto belum menggunakan pewarna alami karna prosesnya panjang.

Penulis:

Selfia Nur Khoidah– adalah siswi yang kini duduk di kelas XI ini, bersekolah di SMA N 1 Pamotan, mempunyai hobi membaca dan bertempat tinggal di Samaran RT 04 RW 02 Pamotan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *