Pawon Batik Ramah Lingkungan

wartarembang.com- Pawon batik merupakan tungku yang digunakan untuk melorot (penghilangan lilin) kain baik. Jenis pawon ini cukup sederhana. Pawon batik didesain bersifat permanen dengan bahan konstruksi pasangan bata, pasir, semen dan bahan penguat lain. Konstruksi pawon batik ini merupakan teknologi turunan dari pawon tanah liat yang dahulu kala digunakan untuk memasak masakan dengan jumlah besar.

Desain pawon batik di buat terdiri satu lubang api yang mampu menopang dua ketel untuk pelorotan. Ukuran pawon batik berkisar panjang 120 cm lebar 70 cm dan tinggi 40 cm. Lubang api pawon batik disesuaikan dengan ukuran ketel batiknya. Secara umum, perbandingan lubang apinya adalah setengah dari lebar lubang ketel. Lubang api inilah yang digunakan untuk memasukkan bahan bakar kayu dan oksigen agar perapiannya seimbang dan kontinyu.

Ada perbedaan desain pawon masak dengan pawon batik. Pawon masak rumahan biasanya tanpa saluran buangan asap. Sehingga setiap masak, alat masak dan ruangan dapur cenderung tertempel noda hitam akibat gumpalan asap. Sedangkan pawon batik beda. Pawon batik sudah dilengkapi cerobong (menara) untuk buangan asap yang terletak di samping depan lubang pawon. Melalui cerobong setinggi lima sampai dengan tujuh meter inilah, proses pelorotan batik tidak terganggu dengan asap sisa pembakaran kayu bakar. Selain itu, ketel dan ruangan pawon batik aman dari noda hitam.

Pawon Rumah Batik Tulis Lasem, 2018

Para perajin batik biasanya menggunakan limbah kayu bangunan dan mebel untuk bahan bakar pawon batik. Limbah kayu yang tidak terpakai inilah kerap kali dimanfaatkan untuk memanaskan air di dalam ketel batik. Dengan desain pawon batik yang memanjang dengan satu lubang bakar, pawon batik ini cukup irit dalam memanfaatkan energi panas yang hasilkan untuk melorot kain batik tulis.

Untuk memanfaatkan energi panas dari pawon batik, para perajin batik menggunakan desain ketel sederhana dengan berukuran diameter 70 cm, tinggi 45 cm dan ketebalan 2 mm. desain ketel yang cukup fleksibel dengan corong atas yang cukup lebar, memudahkan para perajin dalam melorot lilin pada kain batik. Penyempurnaan dan rancang bangun ketel sederhana disesuaikan dengan kondisi ruang dan kebutuhan akan pengolahan kain batik.

Proses melorot atau pengangkataan lilin yang melekat pada motif batik dilakukan berulang-ulang hingga hasil lorotan lilin sempurna. Kain yang dilorot itu, hingga pada akhirnya lilin yang melekat di kain akan terangkat di permukaan air yang panas. Setelah kain diangkat dari perebusan akan nampak warna, yaitu warna dasar dari kain yang tadinya tertutup lilin dan warna dari hasil proses pencelupan (pewarnaan) sebelumnya.

Dengan mulut ketel yang lebar inilah, para perajin batik memudahkan dalam mendaur ulang lilin yang meleleh di permukaan ketel. Lilin cair yang menggelembung ini kemudian direkayasa ulang hingga menghasilkan lilin yang siap digunakan untuk mencanting pada lembaran batik tulis lainnya.

Melihat komitmen para perajin batik tulis dengan tetap menggunakan pawon yang ramah lingkungan ini, saya cukup senang. Karena mereka telah melestarikan teknologi warisan nenek moyang kita yang tidak kalah dengan teknologi sekarang. Pawon batik, sebuah teknologi lorotan batik tulis yang selalu menggunakan limbah kayu untuk bahan bakarnya, dan proses lortannya yang selalu mendaur ulang lorotan lilin menjadi lilin yang siap digunakan untuk mencanting di lembaran kain tulis yang sarat makna.

Hal yang perlu dilakukan para perajin batik adalah melakukan rekayasa asap dari cerobong asap yang membumbung tinggi yang lepas landas ke ruang bebas itu. Entah bagaimana caranya, agar karbon lepasan dari pawon batik ini dapat difungsikan lagi untuk energy tepat guna yang lainnya. Selain itu air limbah hasil sisa dari lorotan batik yang sudah disisir lilinnya, juga dapat di daur ulang untuk kebermanfaatan yang lain.

Selamat melestarikan teknologi tradisi, semoga para perajin batik selalu terhormat dalam karya dan berbakti untuk menyediakan lapangan pekerjaan pada masyarakat sekitar. Salam lestari, salam batik, salam pawon, dan salam untuk semuanya.

Suhadi (penikmat pawon batik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *