Jalanan Menuju Kebun Naga, Trenggulunan, Pancur

Wartarembang.com-Untuk mengucap sapa pengunjung kebun buah naga, masyarakat Desa Trenggulunan menggunakan papan selamat datang yang di pajang di pohon jalan desa. “Selamat Datang di Agro Wisata Buah Naga,” tertulis jelas. Masyarakat desa tampaknya sudah mengidentikkan bahwa desanya adalah pemulia tanaman buah naga yang siap dikunjungi oleh siapa saja. Semoga terwujud mimpi kreatif para petani Trenggulunan kecamatan Pancur kabupaten Rembang Jawa Tengah ini.

Ini adalah suasana persawahan desa Trenggulungan. Melalui pematang atas, kunjungan pertama saat itu. Namun saat sore ini (26/2) saya bertiga lewat pematang sawah bawah karena akses jalan yang biasa terlewati sedang diperbarui. Musim Tanam padi (MT2) sedang dimulai. Inilah akses jalan menuju kebun buah naga. Di ujung sudut sawah terdapat tiga gubuk. Digubuk inilah para petani biasanya melepas rehat usai menggarap sawahnya. Tampak pakaian ganti yang didekatnya terdapat sarung bermotif kotak dengan ragam warna yang sudah mulai memudar. Di gubuk-gubug inilah, pemulia tanah Trenggulunan melangsungkan temu sapa. Tampak juga ranting-ranting kecil setengah arang. Bonggol ketela dan jagung juga tampak berserak.

Dalam mengolah sawah gunung ini, Petani menggunakan cangkul. Sawah terasering hasil adaptasi alur dan alir air pegunungan, tampak menyusun lanscap sawah. Petani Trenggulunan tidak menggunakan alat traktor. Dan juga tidak tampak menggunakan luku dan sapi dalam mengolah hamparan sawahnya. Benar. Tepat di sudut gubuk belakang, tiga petani menyapa senyum. “Lho mas, buahe isih enom mas. paling telungminggunan maneh mas,” sapa mereka. Saya bertiga pun bercakap cepat, karena mengingat sebentar lagi senja tiba, usai mendapat ijin bahwa kawasan buah naga telah diperbolehkan dikunjungi.

Jalanan ini ada di balik hamparan sawah yang ada di gambar sebelumnya. Tajam menukik ke bawah. Jalanannya terjal berbatu acak. Sawah berbatu inilah yang kerap menjadi tanda bahwa lokasi ini adalah kawasan pegunungan. Naik turun terjal untuk mencapai lokasi agro wisata buah naga Trenggulunan.

Ini adalah kali trenggulunan. Kali ini membelah fungsi lahan desa Trenggulunan. Sebelah timur kali, lahan difungsikan untuk persawahan. Sebelah baratnya, semua lahan difungsikan untuk perkebunan dan hutan. Ulasan kali trenggulunan ini dapat dilihat pada tulisan kali trenggulunan.

Tampak gelap. Memang benar-benar gelap. Kali ini mas ali tidak merubah setting camera. Tampak tanggan mas ali sedang menunjukkan memasuki areal hutan jati. Sore itu (26/2) terasa asri. Suasana pascaturun hujan semakin menambah kelembutan angin yang menerjang disela-sela pepohonan jati. Terhampar cukup luas hutan jatinya. Suatu saat, ingin sekali mengajak teman-teman saya bertandang ke hutan jati trenggulunan ini. Posisi lahan berteras tampaknya cukup asyik untuk memandang lanscap sekitarnya.

Ini adalah foto saya dan mas adit tepat di tengah-tengah hutan jati trenggulunan. Wajahku dan wajah mas adit tidak kelihatan. Gelap gulita. Ini menandakan kerapatan pohon jati dan tanda jarum jam ada dalam posisi arah pukul senja, sekitar pukul 16.00 wib. Terlihat cahaya menerobos sudut lurus landai berkelok, menabrak pepohonan jati trenggulunan. Kawasan buah naga masih di depannya, sekitar sepuluh menitan untuk mencapainya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *