Gathering Mata Air Nasional, Wahyu Salvana Ajak Alumni Merawat Mata Air

Wartarembang.com-Dalam sambutannya pada acara Gathering Mata Air Nasional, Wahyu salvana, ketua yayasan mengajak alumni untuk merawat Mata Air, Sabtu (15/09). Hal ini dimaksudkan agar mata air tetap terjaga kejernihannya.

“Kita adalah Indonesia yang beragama Islam. Bukan sebaliknya. Salah satu tugas Mata Air adalah meluruskan. ” Tutur Wahyu Salvana.

Hal itu dapat dimaknai bahwa alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang sekarang sudah berganti nama menjadi Santriversitas, setelah memasuki dunia kampus yang sangat riskan dengan paham yang salah bisa menampik hal-hal yang tidak selaras dan bisa meluruskannya.

 

Rektor Unnes, Fahrur Rokhman juga memberikan materi mengenai peran serta santri dewasa ini menjaga kebhinekaan dan harus mampu bersaing secara global (dok: penulis 2018)

Di hadapan alumni yang datang dari berbagai kampus di Indonesia, Wahyu Salvana juga menyampaikan ajakan lain yaitu berkeliling Indonesia untuk membagi ilmu ke penjuru pelosok negeri. Berkaca pada semboyan oleh Gus Mus yaitu “menyembah Yang Esa, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengasihi sesama”, hal itu juga termasuk salah satu cara merawat mata air.

Para alumni menyetujui hal itu. Bukan semata-mata karena seorang santri harus ta’dhim pada gurunya, melainkan mereka berpikir bahwa ajakan itu adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan mata air kedepannya.

Santri memang harus memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif guna menyejahterakan masyarakat. Menurut Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono, “Santri adalah agen perubahan untuk melawan radikalisme. Dunia kampus tidak hanya wadah untuk memperoleh hasil intelektual. Tapi juga membangun hubungan yang harmonis antar keberagaman.”

Ratus alumni Santriversitas BPUN seluruh Indonesia berkumpul di Unnes Semarang (dok: Penulis, 2018)

Rektor Universitas Negeri Semarang, Fathur Rohman juga menganjurkan para alumni untuk lebih mempunyai semangat dalam belajar. Santri tidak boleh psimis dalam bercita-cita. Sebab pada kenyataaannya, banyak dari golongan santri yang menjadi pemimpin di Indonesia.

Gathering yang diadakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang berjalan melebihi ekspektasi awal. Panitia penyelenggara mulanya menyediakan kuota sekitar seratus, namun alumni yang datang hampir dua ratus orang. Ini adalah bukti bahwa mereka mempunyai kepedulian yang tinggi.

“Saya berencana membentuk keorganisasian yang lebih struktural agar santriversitas berjalan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.” Sambut Chumaidi, ketua Santriversitas. Hal itu mempunyai tujuan agar kedepan, kegiatan tahunan santriversitas dapat berjalan lancar. [Zulfia/2018]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *