Tradisi Ruwahan di Desa Sriombo Lasem

wartarembang.com- Ruwahan merupakan tradisi kebudayaan Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, seperti oran tua, kakek, nenek, tokoh pendiri kampung, wali, dan lainnya.

Tradisi ini dilakukan mulai pertengahan bulan Ruwah (bulan ke-8 dalam kalender Jawa atau bersamaan dengan Sya’ban dalam kalender Hijriah). Oleh karena itu disebut ruwahan.

Pada pertengahan bulan Ruwah, masyarakat melakukan sedekah dengan membagikan makanan berupa kolak pisang, kue apem, dan ketan kepada para tetangga.
ruwahan.

Biasanya saat ruwahan ada makanan yang wajib ada seperti kolak, kue apem, dan ketan.Konon, makanan tersebut mengandung makna.

Menurut Sekretaris Desa Sriombo. Lasem, Rembang Adi Vallen, Tradisi Ruwahan sering dilaksanakan oleh masyarakat jawa di Kabupaten Rembang, terkhusus di Desa Sriombo Lasem yang masih melestarikan tradisi baik ini. Senin, 29 April 2019 Desa Sriombo menggelar Tradisi Ruwahan yang berpusat di Masjid Sriombo dengan diikuti banyak warga.

“Ruwahan atau sering disebut kirim do’a kepada ahli kubur keluarga rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Acara yang dilaksanakan setiap bulan Sya’ban ini berjalan dengan khidmat. Ratusan warga berkumpul di Masjid Al-Mubarok Desa Sriombo untuk melaksanakan yasinan,tahlil, serta doa bersama. Semoga ahli kubur kita semua diampuni dosanya dan mendapatkan nikmat kubur. Aamiin,” Kata Adi.

Sumber : Fans Page Desa Sriombo

Suasana Masjid Desa Sriombo saat Tradisi baik Ruwahan Berlangsung

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.