Jelajah Sungai Dasun dan Pulau Gosong

wartarembang.com, Lasem- Senin sore (19/09/2016), komunitas gerakan perasaan untuk mencintai Kota Tua Lasem budaya, warisan dan kesehariannya, Kesengsem Lasem dan Komunitas Rumah Baca Pamotan melakukan jelajah Sungai Dasun dan Pulau Gosong.

Dengan didampingi oleh Kepala Desa Dasun, Sujarwo, jelajah ini bermula dari susur Sungai Dasun menggunakan sebuah perahu milik salah satu nelayan Dasun. Ketika menyusuri Sungai Dasun, tampak kanan kiri sungai terdapat hutan mangrove yang masih lestari. Selain itu juga terlihat perkampungan nelayan Dasun dan Layur di kiri kanan sungai.

Susur Sungai Dasun dan Pulau Gosong
Perjalanan Susur Sungai Dasun, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

Saat menyusuri sungai, banyak anco yang dioperasikan oleh penduduk Dasun. Penduduk Dasun banyak memiliki anco untuk mencari udang, rebon, ikan blanak, ikan bandeng, bahkan kakap. Anco Dasun terlihat unik dan indah bersanding dengan cakrawala ketika terlihat dari tengah sungai.

Susur sungai dari tambatan perahu dasun ke selatan, mata tak henti-hentinya menengok ke kiri dan ke kanan. Di tepi sungai sebelah kiri terdapat beberapa dock kapal peninggalan jaman kolonial belanda dan masa pendudukan jepang. Desa Dasun memang sejak dahulu terkenal sebagai daerah penghasil kapal-kapal belanda, itu dibuktikan dengan beberapa dock dan bangkai kapal besi serta kayu di sepanjang sungai dasun.

sam_3532
Anco sedang ditarik oleh pemiliknya, terlihat dari atas perahu, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

Sungai Dasun memang menyimpan cerita sejarah yang beragam. Di sungai inilah candu masuk dan menyebar ke seluruh Jawa pada zaman kolonial. Ini dibuktikan dengan adanya Rumah Candu atau Lawang Ombo di Desa Soditan, samping Klenteng Cu An Kiong. Rumah Candu ini terdapat gorong-gorong untuk masuknya candu dari Sungai Dasun-Lasem menuju dalam Rumah Candu.

sam_3547
Sujarwo saat menjelaskan  kapal kuno yang ditemukan di Dusun Karangayar-Dasun pada 2009, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

Setelah susur sungai, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Gosong. Pulau Gosong merupakan sebuah pulau karang yang berada di utara persis muara Sungai Dasun. Dengan jarak kira-kira 2 kilometer dari muara sungai, Pulau Gosong dapat ditempuh sekitar 15 sampai 25 menit tergantung kondisi kapal dan ombak.

sam_3585
Tampak dua perahu nelayan di Sungai Dasun saat pulang dari melaut, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

Pulau Gosong di sore hari sungguh indah. Apalagi dengan melihat sunset dari Pulau gosong. Hempasan ombak dipecah oleh karang kecil-kecil sungguh elok dipandang mata. Sayang kondisi Pulau Gosong tak seindah dulu. Banyak karang-karangnya yang sudah mati dan rusak. Dahulu Pulau Gosong banyak terdapat karang-karang yang besar namun sekarang tinggal sedikit.Oleh sebab itulah Pulau Gosong sangat perlu untuk dilestarikan.

sam_3656
Pulau Gosong, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

Rombongan kembali ke Sungai Dasun menjelang magrib. Beberapa nelayan juga mulai merapat ke daratan setelah menebar jaring pejer dan bangkrak  untuk mencari rajungan. [ean]

sam_3667
Matahari sore dan karang di Pulau Gosong yang masih tersisa, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

 

sam_3621
Siluet di Pulau Gosong, Dok. Exsan Ali Setyonugroho (19/09/2016)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.