Patmi Rahayu, Korban Pembunuhan di Pamotan

Wartarembang.com – Pamotan, Patmi Rahayu, atau kerap di Panggil Ibu Jiran pedagang dan juragan bus di Dukuh Palan RT 3 RW 1, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang, diduga menjadi korban pembunuhan yang ditemukan senin siang. Pelakunya diperkirakan merupakan kawanan perampok yang membobol rumahnya.

Jenazah ibu jiran 65 tahun itu, ditemukan pada Senin (15/2/2016), di rumahnya dalam kondisi yang mengenaskan. Kepala dan mulutnya dibalut lakban dengan bersimpuh darah. Kemungkinan korban dibunuh sudah beberapa hari lalu. Pasalnya saat ditemukan, tubuh korban sudah mulai membusuk dan berbau menyengat.

Hari senin siang sejumlah barang berharaga seperti emas, uang dan sepeda motor milik korban juga amblas di gondol perampok saat membobol rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat nenek Ibu jiran ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Orang pertama yang menemukanya yakni Sugito, menantu korban yang tinggal di Blora.

Saat itu ia ingin mengecek kondisi korban, setelah anaknya Sugito mendapat kabar Patmi alias bu jiran tak keluar rumah selama 3 harian . “Saya ditelpon anak saya untuk mengecek keadaan neneknya. Karena katanya, warga di sekitar sini sudah beberapa hari tidak melihat nenek,” ungkapnya kepada awak media di lokasi.

Sugito menceritakan, sesampainya di depan pintu rumah nenek Patmi, ia mulai curiga, karena mencium bau busuk yang menyengat. Apalagi setelah beberapa kali mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Akhirnya ia berinisiatif mengajak warga bersama kepala desa setempat untuk masuk rumah secara paksa melalui jendela karena pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat. “Saya mengajak sejumlah warga sekitar masuk dengan cara merusak jendela depan,” ujar Sugito.

Sesampainya di kamar, Sugito mendapati mayat mertuanya di dalam kamar dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dalam posisi terlentang dengan kepala dan mulutnya ditutup dengan lakban.

“Melihat kondisi seperti itu, saya bersama warga tidak berani mendekat, kemudian segera melaporkan ke Polsek Pamotan dan Polres Rembang,” terangnya.

Korban Dikenal Sebagai Orang Kaya

Sementara adik korban, Sugiarto mengatakan, sejumlah barang berharga milik almarhum kakaknya sudah hilang. Ia juga menyakini, kakak kandungnya itu tewas karena dibunuh.

“Kakak saya dibunuh, karena ada luka memar di belakang kepala dan dilakban. Selain itu, beberapa perhiasan, kemungkinan juga uang dan juga satu motor Honda Supra X hilang,” ungkapnya.

Ia mengaku baru mengetahui kakanya itu meninggal, setelah dihubungi oleh warga Pamotan. “Saya tinggal di Ngawen Blora, saya tahu malah saat dihubungi warga sini,” jelasnya.

Ibu Jiran diketahui merupakan anak pertama dari lima bersaudara dan istri pensiunan polisi. Selain itu, Patmi juga terbilang kaya karena mengelola bus mini dan menjadi pedagang di pasar Pamotan. Namun, ia tinggal sendirian di rumahnya.

Sopir Bus mini milik Patmi, Jumadi, menuturkan ia mulai curiga ketika mengetahui kondisi rumah terkunci sejak Sabtu siang dan  hanya menemukan sebuah belanjaan yang di tatuh di  meja dekat pintu masuk (13/2/2016) siang. dia mengira majikannya sedang berobat atau pergi ke rumah anaknya. sehingga Jumadi tidak bisa memasukkan bus ke garasi rumahnya.

Sementara itu, hingga Senin sore (15/2/2016) belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Rembang terkait penemuan mayat yang menggegerkan warga Pamotan tersebut.

Namun, aparat Sat Reskrim Polres Rembang dan Tim Inafis sudah melakukan olah TKP. Mayat lansia ini pun, kemudian dievakuasi ke RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk diautopsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.