Menanam 11.000 Bibit Mangrove di Pantai Tireman

wartarembang.com- DPW IPKINDO (Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan kegiatan penanaman mangrove di Desa Tireman Rembang pada hari Sabtu, 22 Juli 2017, pukul 07.00 WIB mendatang.

Kegiatan yang bertema Kiprah Penyuluh Kehutanan Bukti Nyata Bakti Lingkungan ini rencananya akan mengundang berbagai elemen, mulai dari struktur pemerintahan, masyarakat umum, komunitas pecinta alam/wisata, TNI, Polri, Karangtaruna, Puskesmas, sampai SMK Kehutanan. Diperkirakan, total peserta akan mencapai 410 orang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pasca rangkaian acara Hari Lingkungan Lidup tingkat provinsi Jawa Tengah. Karena kami adalah organisasi profesi penyuluh kehutanan yang sangat erat kaitannya dengan pelestarian lingkungan, maka kami ingin ikut andil dalam memeriahkannya. Dengan bekerjasama dengan Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, kami akan menanam 11.000 bibit pohon mangrove dan api-api di Pantai Tireman, Rembang,” tutur Susilo Margono, ketua DPW IPKINDO Jawa Tengah.

Pohon mangrove dipilih, Susilo Margono menjelaskan karena wilayah pesisir Rembang merupakan daerah rawan pengikisan pantai atau abrasi, maka pohon mangrove sangat diperlukan untuk menahan gelombang air laut sehingga daratan tetap utuh dan pantai menjadi lestari. Selain itu juga sebagai sarana tumbuh kembangnya biota laut dan meningkatkan keindahan pantai itu sendiri.

Hutan mangrove menjadi salah satu tempat yang bisa menjaga perbatasan antara kawasan darat dan laut. Erosi pantai akan terus menerus menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia. Bahkan kondisi serius bisa menjadi bencana alam yang besar. Hutan Mangrove menjadi salah satu sarana yang sangat penting untuk menyelamatkan garis pantai dari perairan laut.

Hutan Mangrove (Sri Widadi, 2017)
Hutan Mangrove (Sri Widadi, 2017)

Hutan mangrove memiliki nilai estetika, baik faktor alamnya maupun kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan mangrove memberikan objek wisata yang berbeda dengan objek wisata lainnya. Karakteristik hutan yang berada di peralihan antara darat dan laut dianggap para penikmat wisata sebagai hal yang unik sehingga menjadi salah satu keunggulan hutan mangrove.

Kegiatan wisata di area hutan mangrove disamping mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha di sekitar area ekosistem hutan danekosistem pantai, juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem hutan, khususnya hutan mangrove.

Hutan mangrove adalah suatu kelompok jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang terlindung dan memiliki semacam bentuk lahan pantai dengan tipe tanah anaerob atau tanah dengan kadar oksigen terbatas (baca: jenis-jenis tanah).

Teknik penanaman mangrove di Tireman ini akan menggunakan teknik komunal. “Teknik penanaman dengan cara komunal merupakan penanaman mangrove dengan cara menggerombol. Karena bibit mangrove masih sangat rentan, maka penanaman dengan menggerombol atau komunal sangat diperlukan untuk menjaga agar bibir tetap tahan terhadap gelombang air laut,” ujar Sri Widadi Divisi Humas DPD IPKINDO Rembang.

Susilo Margono, ketua DPW IPKINDO Jawa Tengah berharap dengan adanya kegiatan penanaman 11.000 pohon di Pantai Tireman ini, masyarakat mendapatkan dampak dari hijaunya Pantai Tireman agar dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata pelestarian pantai. Selain itu, sebagai pembelajaran untuk terus menerus mengupayakan pelestarian lingkungan hidup sebagai warisan anak cucu yang akan datang. [exsan/ean]

Google Map Pantai Tireman, klik di sini

One thought on “Menanam 11.000 Bibit Mangrove di Pantai Tireman

  • July 20, 2017 at 2:15 pm
    Permalink

    Upaya penanaman kembali sangat perlu untuk digalakkan sebagai upaya percepatan menghijaukan kembali pantai kita,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.