Beranda Depan Kelas Kita

Wartarembang.com-Sekarang para siswa diberi kesempatan untuk menghias kelasnya. Hal ini berbeda dengan dahulu, siswa dilarang memberi sentuhan pada dinding temboknya. Dua manfaat yang didapat. Pertama pihak sekolah irit dana dan tenaga dalam menghias tiap-tiap ruang kelas. Kedua, ada keterbukaan akses dalam menyalurkan kreativitas para siswa.

Tidak lain adalah SMA Negeri 1 Pamotan, baru-baru sedang menggerakkan program cinta lingkungan. Dua kegiatan unggulannya adalah merias ruang kelas dan membuat taman dengan aneka ragam pot dan jenis bunganya.

“SMA Pamotan akan selalu memberi ruang kreatif untuk anak. Ini juga bagian layanan penting Sekolah kepada Peserta Didik,” tutur Cahyo Purnomo, Koordinator Guru BK. Program cinta ruang kelas dan taman kelas d SMA Negeri 1 Pamotan ini sudah dimulai sejak lima tahun terakhir. Beberapa taman kelas dan pot bunga terlihat sudah tersiapkan sejak lama. Hanya saja, sentuhan kreatifitas pewarnaan ruang kelas dan pot bunga sedang massif digerakkan sejak awal tahun ajaran 2017/2018.

Tampak taman depan kelas di hias ragam pot dan jenis bunganya. Pot-pot bunga adalah hasil karya para siswa tanpa terkecuali. Dengan bermodal botol bekas air mineral, disulap menjadi ornamen pot yang menarik. Tiap-tiap kelas tampaknya mendapatkan kebebasan berkreasi. Kelas sepuluh jurusan IPS, tampak fokus pada pemanfaatan limbah botol air minum untuk digunakan pot. Adapun bunga potnya adalah jenis-jenis bunga endemik khas Pamotan. Adapun kelas sepuluh jurusan IPA, tampak fokus menghias taman kelasnya dengan ditanami buah tomat. Bibit tomat yang siap tanam, berderet dan berjajar dengan asri di atas pollyback masing-masing.

Program cinta lingkungan SMA Negeri 1 Pamotan ini cukup menarik diperhatikan. Karena dalam program ini terdapat dua kreatifitas. Pertama, kreatifitas menghias kelasnya. Kedua, kreatifitas dalam menghias taman kelasnya. Dengan dua kreatifitas tersebut, tentu diharapkan dapat meningkatkan kepekaan para siswa dalam menghias ruangan dimana ia tinggal, menjadi inspirasi dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi media pot, serta tindakan menyemai hingga menanam dan merawat tumbuhan.

“Satu hal yang ingin kami tanamkan sejak dini kepada peserta didik adalah nilai-nilai universal tentang kepemilikan jiwa adaftif dan jiwa pembangun. Hal ini sangat penting untuk membekali peserta didik dimanapun berada nantinya, mereka harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dan yang terpenting adalah bagaimana jiwa adaptif itu selalu berorientasi pada perubahan sosial ke arah yang lebih baik, bukan adaptasi yang menantang resiko kritis. Inilah pesan yang ada dalam program menghias beranda ruang dan taman kelas mereka dengan bahan-bahan sampah plastik untuk disulap menjadi ragam pot bunga.,” pungkas Sukarno, Kepala SMA Negeri 1 Pamotan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.